Info Buah Hati
You are here: Home » Panduan Bunda » Cara Mendidik Anak Agar Rajin Shalat

Cara Mendidik Anak Agar Rajin Shalat

Dua Cara Mendidik Anak Agar Rajin Shalat

Ada banyak cara mendidik anak agar rajin shalat yang dapat dilakukan para orang tua. Tentunya, cara-cara ini masih harus disortir secara mendalam, karena adanya perbedaan keadaan keluarga antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lainnya. Namun, secara garis besar, terdapat dua buah cara yang cukup universal.

Kedua cara ini dapat diterapkan di keluarga manapun, baik dalam jenis dan keadaan yang sama maupun yang berbeda. Bahkan, mungkin dikatakan “harus” ada dalam setiap didikan orang tua. Hal ini dikarenakan, kedua cara ini sudah cukup terbukti sangat efektif untuk mendidik anak agar rajin melakukan shalat. Apa sajakah kedua cara tersebut?

Cara Mendidik Anak Agar Rajin ShalatCara Mendidik Anak Agar Rajin Shalat: Memberikan Jadwal yang Harus Dipatuhi

Sesuai namanya, cara pertama yang dapat dilakukan adalah memberikan jadwal. Jadwal ini harus dibuat oleh orang tua. Tentunya, konsekuensi adanya jadwal ini adalah dengan menyarankan anak untuk mematuhinya. Caranya cukup mudah. Oarng tua dapat memulai menuliskan jadwal kegiatan anak sehari-hari dalam selembar kertas. Ada waktu sekolah, waktu bermain, dan waktu belajar pula.

Tentunya, di dalam jadwal tersebut, senantiasa diselipkan jadwal shalat di waktu-waktu shalat. Misalnya, pada pukul 05.00 dituliskan Shalat Shubuh di kolom kegiatan, pada pukul 12.00 dituliskan Shalat Dzuhur, pada pukul 15.00 dituliskan Shalat Ashar, pada pukul 18.00 dituliskan Shalat Maghrib, dan pada pukul 19.00 dituliskan shalat ‘Isya. Setelah jadwal kegiatan harian terebut selesai, tempelkan kertas jadwal tersebut di tempat yang dapat dilihat dengan jelas oleh anak. Anak pun disuruh untuk mematuhi jadwal tersebut.

Cara Mendidik Anak Agar Rajin Shalat: Hadiah dan Konsekuensi Itu Penting

Adanya hadiah yang didapatkan anak jika dapat mematuhi jadwal selama sebulan, misalnya, dapat meningkatkan motivasi anak untuk rajin shalat. Hadiah tersebut dapat berupa mainan baru, buku baru, atau ajakan untuk berlibur ke suatu tempat sekeluarga. Tentunya, untuk menemaninya, diperlukan pula konsekuensi yang didapatkan anak jika anak tidak mematuhi jadwal yang diberikan.

Misalnya, pengurangan uang saku (yang tentunya tidak dilakukan secara drastis), pengurangan pembelian snack dan makanan ringan di rumah, serta penundaan pembelian mainan baru. Bukankah ini cara mendidik anak agar rajin shalat yang mudah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top